Pages

Wednesday, 18 June 2014

REVIEW: HOW TO TRAIN YOUR DRAGON 2

HOW TO TRAIN YOUR DRAGON 2



Director: Dean DeBlois
Writers: Dean DeBloisCressida Cowell ("How to Train Your Dragon" book series)




SINOPSIS:

Lima tahun setelah Hiccup dan Toothless berhasil menyatukan Naga dengan bangsa Viking di Pulau Berk. Hiccup bersama Astrid dan genk terbaik mereka menjelalah langit menulusuri dunia baru yang tidak mereka kenal. Perjalanan terhenti saat Hiccup menemukan sebuah gua es rahasia yang diisi oleh ribuan Naga liar dan seorang penunggang misterius yang menyeret hiccup pada sebuah rahasia besar dalam hidupnya yang tidak ia ketahui.


REVIEW:

Gue jatuh cinta dengan film pertamanya yang rilis 4 tahun lalu. jarang sekali Dreamworks memberikan sebuah konklusi yang begitu menarik seperti bagaimana How To Train Your Dragon  menjawab premisnya dengan konklusi yang sangat baik. Hingga gue berpikir, bagaimana dengan sekuelnya? Apalagi yang akan dipersembahkan untuk dapat mempertahankan eksistensi kehebatan film terdahulunya.

Semuanya terjawab dengan begitu menabjubkan. Gue sungguh tak pernah menyangka akan mendapatkan kelanjutan kisah Hiccup dan Toothless ini dengan sangat menegangkan, penuh emosi dan sangat menghibur. Penawaran yang ditawarkan layaknya film animasi kebanyakan, “cocok untuk dikonsumsi anak-anak”. Dean DeBlois membuka durasi dengan selera komedi yang sangat menggelitik. Nuansa yang indah tentang kehidupan baru para Viking sebagai penunggang naga dengan corak warna yang memanjakan mata dan penggunaan score bergenre Celtik, Folk, rasanya nyawa yang dimiliki film terdahulunya kembali hadir dalam bayangan imajinasi gue.



Plot nya berlari dengan cepat, dan masih terlihat rapi dalam penyusunan ceritanya, membuat penonton dapat mencerna dengan mudah dalam mengikuti ceritanya. munculnya karakter-karakter baru juga menjadi pengembangan terbaik untuk sekuel kali ini. Satu karakter baru yang cukup mengundang rasa kaget sekaligus memberi sebuah jawaban atas apa yang tidak diceritakan dalam film sebelumnya adalah alasan mengapa Sekuelnya kali ini tampil lebih dewasa dengan perkembangan cerita yang cukup baik.

Gue mengagumi bagaimana film ini mampu mengikutsertakan emosi para penontonnya untuk terlibat dalam pergolakan batin yang dialami para tokohnya. Beberapa scene tampil dengan melodrama yang cukup menguras emosi, dan itu berhasil dipersembahkan dengan sangat baik. hingga pada babak klimaks, animasi yang berdurasi sekitar 100 menit ini mampu meledakkan sebuah babak akhir yang begitu menegangkan. Sebuah perang besar yang lebih gila dari film sebelumnya, berhasil diledakkan dengan begitu maksimal. Selain kau terpaku melihat banyaknya naga-naga yang beraksi disini, kau akan melihat bagaimana kuatnya sosok antagonis disini. Mungkin itu yang dapat gue jadikan alasan mengapa gue memilih untuk tidak mengangkat telpon dari rumah, daripada harus meninggalkan sedetikpun babak akhir film ini. Dahsyat dan sangat menegangkan.




Lebih gila lagi ada pada saat ketika cerita memberikan sebuah konklusinya diakhir. Sungguh gue tak menyangka bahwa konklusi yang dihadirkan kali ini mampu mempertahankan eksistensi konklusi yang dimiliki film terdahulunya. Dengan konklusi hebat ini, gue sepertinya akan siap menyatakan bahwa gue akan sangat menantikan jika suatu saat sekuel selanjutnya nanti ada. Karena melihat hebatnya konklusi disini, berpeluang besar kelanjutan aksi Hiccup dan Toothless akan tetap tampil dengan premis yang lebih keren dan lebih dewasa. GreatJob Dreamworks, kali ini kau berhasil menyentuh hatiku yang sejak lama terpaku pada kehebatan animasi milik Pixar/Disney.


No comments:

Post a Comment