HOW TO TRAIN YOUR DRAGON 2
SINOPSIS:
Lima tahun setelah Hiccup dan
Toothless berhasil menyatukan Naga dengan bangsa Viking di Pulau Berk. Hiccup
bersama Astrid dan genk terbaik mereka menjelalah langit menulusuri dunia baru
yang tidak mereka kenal. Perjalanan terhenti saat Hiccup menemukan sebuah gua
es rahasia yang diisi oleh ribuan Naga liar dan seorang penunggang misterius
yang menyeret hiccup pada sebuah rahasia besar dalam hidupnya yang tidak ia
ketahui.
REVIEW:
Gue jatuh cinta dengan film
pertamanya yang rilis 4 tahun lalu. jarang sekali Dreamworks memberikan sebuah
konklusi yang begitu menarik seperti bagaimana How To Train Your Dragon menjawab premisnya dengan konklusi yang
sangat baik. Hingga gue berpikir, bagaimana dengan sekuelnya? Apalagi yang akan
dipersembahkan untuk dapat mempertahankan eksistensi kehebatan film
terdahulunya.
Semuanya terjawab dengan begitu
menabjubkan. Gue sungguh tak pernah menyangka akan mendapatkan kelanjutan kisah
Hiccup dan Toothless ini dengan sangat menegangkan, penuh emosi dan sangat
menghibur. Penawaran yang ditawarkan layaknya film animasi kebanyakan, “cocok untuk dikonsumsi anak-anak”. Dean DeBlois membuka durasi dengan selera komedi
yang sangat menggelitik. Nuansa yang indah tentang kehidupan baru para Viking
sebagai penunggang naga dengan corak warna yang memanjakan mata dan penggunaan
score bergenre Celtik, Folk, rasanya nyawa yang dimiliki film terdahulunya
kembali hadir dalam bayangan imajinasi gue.
Plot nya berlari dengan cepat, dan
masih terlihat rapi dalam penyusunan ceritanya, membuat penonton dapat mencerna
dengan mudah dalam mengikuti ceritanya. munculnya karakter-karakter baru juga
menjadi pengembangan terbaik untuk sekuel kali ini. Satu karakter baru yang
cukup mengundang rasa kaget sekaligus memberi sebuah jawaban atas apa yang
tidak diceritakan dalam film sebelumnya adalah alasan mengapa Sekuelnya kali
ini tampil lebih dewasa dengan perkembangan cerita yang cukup baik.
Gue mengagumi bagaimana film ini
mampu mengikutsertakan emosi para penontonnya untuk terlibat dalam pergolakan
batin yang dialami para tokohnya. Beberapa scene tampil dengan melodrama yang
cukup menguras emosi, dan itu berhasil dipersembahkan dengan sangat baik.
hingga pada babak klimaks, animasi yang berdurasi sekitar 100 menit ini mampu
meledakkan sebuah babak akhir yang begitu menegangkan. Sebuah perang besar yang
lebih gila dari film sebelumnya, berhasil diledakkan dengan begitu maksimal. Selain
kau terpaku melihat banyaknya naga-naga yang beraksi disini, kau akan melihat
bagaimana kuatnya sosok antagonis disini. Mungkin itu yang dapat gue jadikan
alasan mengapa gue memilih untuk tidak mengangkat telpon dari rumah, daripada
harus meninggalkan sedetikpun babak akhir film ini. Dahsyat dan sangat
menegangkan.
Lebih gila lagi ada pada saat ketika
cerita memberikan sebuah konklusinya diakhir. Sungguh gue tak menyangka bahwa
konklusi yang dihadirkan kali ini mampu mempertahankan eksistensi konklusi yang
dimiliki film terdahulunya. Dengan konklusi hebat ini, gue sepertinya akan siap
menyatakan bahwa gue akan sangat
menantikan jika suatu saat sekuel selanjutnya nanti ada. Karena melihat
hebatnya konklusi disini, berpeluang besar kelanjutan aksi Hiccup dan Toothless
akan tetap tampil dengan premis yang lebih keren dan lebih dewasa. GreatJob
Dreamworks, kali ini kau berhasil menyentuh hatiku yang sejak lama terpaku pada
kehebatan animasi milik Pixar/Disney.




No comments:
Post a Comment