THE FAULT IN OUR
STARS
Writers: Scott Neustadter (screenplay), Michael H. Weber(screenplay), 1
more credit »
Stars: Shailene Woodley, Ansel Elgort, Nat Wolff |See
full cast and crew »
SINOPSIS:
Hazel Grace (Shailene Woodley), gadis
berusia 16 tahun harus selalu membawa tabung oksigen karena kanker tiroid yang
dia derita sudah metastasis ke dalam paru-parunya. Ibunya yang tak ingin melihat
hazel sekarat dan depresi di dalam rumah, mengajak Hazel untuk pergi bergabung
kedalam sebuah perkumpulan penyemangat penderita kanker agar Hazel memiliki
banyak teman. Melalui perkumpulan tersebut Hazel mengenal seorang cowok
jangkung dan kurus tapi berotot, Augustus Waters (Ansel Elgort)
yang juga menderita osteosarcoma.
Kedekatan mereka membawa Hazel mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan.
REVIEW:
Saya melihat mereka yang siap dengan
tissue ditangannya ketika menonton kisah cinta tragis Hazel dan August. Gue juga
mendengar jika mereka sangat menyukai novel nya. Melihat premisnya sudah bisa
ditebak dengan mata telanjang bahwa film yang diangkat dari buku karangan John
Green dengan judul yang sama, The Fault in Our Stars berbekal cerita dengan
luapan air mata yang tragis. Berharap lebih baik dari novel nya, tapi faktanya,
tidak juga.
Josh Boone, sang director memang
pintar membahasakan isi bukunya. Plot nya terlihat rapat dan berjalan cepat. Dibantu
dengan storytelling dari sudut pandang Hazel, rasanya menyaksikan drama
teen-lit seperti ini sangat indah dan menghibur. Padahal bagiamana John Green
membuat ini hadir dengan kisah yang tragis dengan karakter-karakter yang tidak
sempurna. Tapi ditangan Shailene Woodley
sosok Hazel yang nantikan berhasil ditampilkan dengan baik. Woodley tampatnya
tahu bagaimana menggunakan air mata nya untuk menciptakan sosok gadis 16 tahun
yang penyakitan. Dan August adalah sosok yang memang menjadi pusat terbentuknya
humor yang mewarnai tragisnya cerita melalui kalimat kiasan yang merupakan
keahlian August. Menghibur dan gue suka ketika Ansel Elgort yang
berada diposisi sebagai pasangan yang pas. Gue melihat dua bintang muda yang
sedang bersinar, Woofley dan Ansel mereka memang memiliki paras yang serasi
sebagai sepasang kekasih disini.
Tapi entah kenapa, nuansa haru biru
penuh airmata bagi gue pribadi masih terasa nanggung. Yah, tampaknya Josh Boone
tak berhasil membuat air mata gue mengalir begitu saja tanpa gue duga. Hingga pada
akhirnya, ketika penonton lainnya sudah siap dengan tissue mereka, gue tidak
membutuhkan tissue satupun untuk gue genggam. 126 menit adalah durasi yang
cukup indah bersama cinta Hazel dan Angel, penuh tawa, penuh semangat saat
harapan itu sudah tak mampu lagi untuk diharapkan namun tak memberi cukup ruang
bagi gue untuk meneteskan air mata sedikitpun.
SOUNDTRACK:
Gue tak pernah menyangkal jika ada
pendapat yang mengatakan bahwa kebanyakan film Young-Adult memiliki materi
soundtrack yang memanjakan telinga. Salah satu kehebatan film The Fault in Our
Stars terletak pada pemilihan lagu yang menjadi backsound di sepanjang film ini
berjalan. Jadi tidak heran jika ketika penonton menyaksikan film ini akan
tersentuh perhatiannya pada lagu-lagunya. Menggunakan penyanyi-penyanyi baru
yang lagi menjadi pusat perhatian media seperti Ed Sheeran, Birdy, Grouplove
dan masih banyak lainnya.
Album yang terdiri dari 16 lagu ini,
Ed Sheeran berada di Track pertama dengan All
of the Stars , lagu yang menjadi backsound di credit title film nya ini,
memang tampil dengan nuansa yang sedikit berbeda. Langka bagi Ed Sheeran
membuat lagu dengan iringan Band, dan kali ini kau akan mendengarnya sendiri.
dan ini adalah salah satu track terbaik di album ini. gue juga dimanjakan
dengan satu lagi dari band indie Grouplove dengan “Let Me In”, lagu ini keren
dan gue suka.
Bagi Birdy, penyanyi baru adalah
kesempatan kesekian kalinya tampil mengisi soundtrack sebuah film. Disini Birdy
mencuri banyak Track, ada 2 lagu yang dia nyanyika secara single yaitu “Tee Shirt” dan “Not About Angels” satu lagu mellow yang cukup menghipnotis gue
ketika pertama kali mendengarnya. Birdy juga
berkolaborasi dengan Jaywes Young dalam “Best
Shot” yang menjadi Bonus track di album bertajuk Various Artists ini.
Kredit terakhir gue persembahkan
untuk musisi idol ague, M83. Setelah terhipnotis dengan kehebatan “I Need You” lagu yang menjadi
soundtrack film Divergent, kali ini “Wait”
satu lagu dari album “Midnight City” miliknya turut ambil bagian dalam film
ini. masih tampil dengan lirik yang longgar, tapi kualitas musik masih gue
acungi jempol untuknya.





No comments:
Post a Comment