Pages

Sunday, 22 June 2014

REVIEW: THE FAULT IN OUR STARS (MOVIE AND SOUNDTRACK)

THE FAULT IN OUR STARS



Director: Josh Boone
Writers: Scott Neustadter (screenplay), Michael H. Weber(screenplay), 1 more credit »



SINOPSIS:

Hazel Grace (Shailene Woodley), gadis berusia 16 tahun harus selalu membawa tabung oksigen karena kanker tiroid yang dia derita sudah metastasis ke dalam paru-parunya. Ibunya yang tak ingin melihat hazel sekarat dan depresi di dalam rumah, mengajak Hazel untuk pergi bergabung kedalam sebuah perkumpulan penyemangat penderita kanker agar Hazel memiliki banyak teman. Melalui perkumpulan tersebut Hazel mengenal seorang cowok jangkung dan kurus tapi berotot, Augustus Waters (Ansel Elgort) yang juga menderita osteosarcoma. Kedekatan mereka membawa Hazel mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan.


REVIEW:

Saya melihat mereka yang siap dengan tissue ditangannya ketika menonton kisah cinta tragis Hazel dan August. Gue juga mendengar jika mereka sangat menyukai novel nya. Melihat premisnya sudah bisa ditebak dengan mata telanjang bahwa film yang diangkat dari buku karangan John Green dengan judul yang sama, The Fault in Our Stars berbekal cerita dengan luapan air mata yang tragis. Berharap lebih baik dari novel nya, tapi faktanya, tidak juga.

Josh Boone, sang director memang pintar membahasakan isi bukunya. Plot nya terlihat rapat dan berjalan cepat. Dibantu dengan storytelling dari sudut pandang Hazel, rasanya menyaksikan drama teen-lit seperti ini sangat indah dan menghibur. Padahal bagiamana John Green membuat ini hadir dengan kisah yang tragis dengan karakter-karakter yang tidak sempurna. Tapi ditangan Shailene Woodley sosok Hazel yang nantikan berhasil ditampilkan dengan baik. Woodley tampatnya tahu bagaimana menggunakan air mata nya untuk menciptakan sosok gadis 16 tahun yang penyakitan. Dan August adalah sosok yang memang menjadi pusat terbentuknya humor yang mewarnai tragisnya cerita melalui kalimat kiasan yang merupakan keahlian August. Menghibur dan gue suka ketika Ansel Elgort yang berada diposisi sebagai pasangan yang pas. Gue melihat dua bintang muda yang sedang bersinar, Woofley dan Ansel mereka memang memiliki paras yang serasi sebagai sepasang kekasih disini.



Tapi entah kenapa, nuansa haru biru penuh airmata bagi gue pribadi masih terasa nanggung. Yah, tampaknya Josh Boone tak berhasil membuat air mata gue mengalir begitu saja tanpa gue duga. Hingga pada akhirnya, ketika penonton lainnya sudah siap dengan tissue mereka, gue tidak membutuhkan tissue satupun untuk gue genggam. 126 menit adalah durasi yang cukup indah bersama cinta Hazel dan Angel, penuh tawa, penuh semangat saat harapan itu sudah tak mampu lagi untuk diharapkan namun tak memberi cukup ruang bagi gue untuk meneteskan air mata sedikitpun.


SOUNDTRACK:


Gue tak pernah menyangkal jika ada pendapat yang mengatakan bahwa kebanyakan film Young-Adult memiliki materi soundtrack yang memanjakan telinga. Salah satu kehebatan film The Fault in Our Stars terletak pada pemilihan lagu yang menjadi backsound di sepanjang film ini berjalan. Jadi tidak heran jika ketika penonton menyaksikan film ini akan tersentuh perhatiannya pada lagu-lagunya. Menggunakan penyanyi-penyanyi baru yang lagi menjadi pusat perhatian media seperti Ed Sheeran, Birdy, Grouplove dan masih banyak lainnya.

Album yang terdiri dari 16 lagu ini, Ed Sheeran berada di Track pertama dengan All of the Stars , lagu yang menjadi backsound di credit title film nya ini, memang tampil dengan nuansa yang sedikit berbeda. Langka bagi Ed Sheeran membuat lagu dengan iringan Band, dan kali ini kau akan mendengarnya sendiri. dan ini adalah salah satu track terbaik di album ini. gue juga dimanjakan dengan satu lagi dari band indie Grouplove dengan “Let Me In”, lagu ini keren dan gue suka.

Bagi Birdy, penyanyi baru adalah kesempatan kesekian kalinya tampil mengisi soundtrack sebuah film. Disini Birdy mencuri banyak Track, ada 2 lagu yang dia nyanyika secara single yaitu “Tee Shirt” dan “Not About Angels” satu lagu mellow yang cukup menghipnotis gue ketika pertama kali mendengarnya.  Birdy juga berkolaborasi dengan Jaywes Young dalam “Best Shot” yang menjadi Bonus track di album bertajuk Various Artists ini.



Kredit terakhir gue persembahkan untuk musisi idol ague, M83. Setelah terhipnotis dengan kehebatan “I Need You” lagu yang menjadi soundtrack film Divergent, kali ini “Wait” satu lagu dari album “Midnight City” miliknya turut ambil bagian dalam film ini. masih tampil dengan lirik yang longgar, tapi kualitas musik masih gue acungi jempol untuknya.





No comments:

Post a Comment