Pages

Tuesday, 1 July 2014

REVIEW: TRANSFORMERS | AGE OF EXTINCTION

TRANSFORMERS: AGE OF EXTINCTION



Director: Michael Bay
Writer: Ehren Kruger


SINOPSIS:

Pasca pertempuran para robot yang menghancurkan kota, kini pemerintah ingin membasmi semua transformers untuk mengusirnya dari bumi. Cade Yeager (Mark Wahlberg) yang tidak sengaja menemukan Optimus Prime dari Truk rongsokan yang baru dia beli, membawa nyawa Cade bersama Putrinya, Tessa (Nicola Peltz) Dalam ancaman besar yang mengarah kepada sebuah pertempuran besar para robot.



REVIEW:

Dibuat kecewa dengan 2 (dua) sekuel terdahulunya, memang bisa jadi alasan kuat mengapa gue tak mengandalkan sekuel ketiga-nya kali ini. Bay masih berkuasa ditahahta director. Merombak formasi cast dan penokohannya adalah pilihan terbaik Bay untuk membuat sekuel ini tetap segar untuk dinikmati. Berharap mendapatkan sesuatu hal yang lebih dari sebelumnya? Tentu saja gue tidak mengharapkannya.

Langkah pertama yang bay berikan ketika memulai durasi menurut gue adalah cara yang cukup menarik. Nuansa Chichago di musim panas, truk soak dengan pria keren yang memilihnya, rumah ditengah sawah dengan pemilihan backsound terbaik sebagai Country pilihannya. Sangat manis, memikat, dalam sekejap gue terbuai, Bay merombak semua yang telah dia buat disekuel sebelumnya. Begitu juga dengan ceritanya, masih tampak manis dan menarik diawal, tentang kehidupan seorang ayah dan putrinya yang membuat gue berpikir, apakah akan terus menarik seperti ini nantinya? Dan harapan itu mulai muncul, bay memberikan sepercik harapan kepada penontonnya untuk dapat menikmati filmnya.

Akan tetapi, pilihan saya adalah salah memberikan harapan untuk Age of Extinction. Bay hanya bertahan membuat aksi Optimus Prime bersama Autobot lainnya menarik di durasi awal saja. selebihnya, hancur lebur. Cerita manis itu dalam sekejap menjadi hambar tak terasa, plotnya hilang arah, entah kemana melangkah hanya mampu memberikan sebuah aksi ledakan dan pemusnahan yang wow… keren sekali. 165 menit menjadi kegelisahan terpanjang gue selama berada didalam bioskop.




Hingga pada akhirnya, Michael Bay berhasil membuat gue harus mengatakan untuk yang ketiga kalinya bahwa “Gue tak membutuhkan reebot film Godzilla dan Sekuel terbaru Trans4mers” setelah Guillermo Del Toro berhasil dengan Pacific Rim ditahun lalu. dan saran terbaik untuk dapat menikmati film ini adalah dengan berharap mendapatkan aksi pertarungan para robot yang lebih keren dari sebelumnya. Karena Bay masih  setia dengan sinematografi khas beliau yang cukup menarik, ledakan yang dahsyat, mobil-mobil mewah dan tentunya cabe-cabean yang akan memanaskan suasana. Two Thumb Up untuk music composer, Age of Extinction punya selera score yang bagus dibanding sekuel terdahulunya, Karena Tangan Hans Zimmer juga bekerja disini.

No comments:

Post a Comment