Pages

Sunday, 13 July 2014

REVIEW: DAWN OF THE PLANET OF THE APES

DAWN OF THE PLANET OF THE APES



Director: Matt Reeves


SINOPSIS:

Dalam sepuluh tahun, penyebaran wabah simian flu berhasil menyapu bersih lebih dari 90% populasi manusia di bumi ini. Bumi kini dikuasai oleh para kera (Apes) yang memiliki kecerdasan luar biasa dan dapat berbicara dalam bahasa manusia. Caesar (Andy Serkis) sebagai pemimpin dari bangsa Apes yang hidup damai di dalam hutan, merasa kehidupannya mulai terancam setelah sekelompok manusia, Malcolm (Jason Clarke) dan tim nya masuk ke wilayah kekuasaan para Apes untuk mengaktifkan bendungan guna pemasokan stok daya listrik bagi kehidupan manusia yang tersisa di San Fansisco. Sebuah provokasi terjadi, mereka yang seharusnya saling hidup damai justru saling menyakiti hingga perang besarpun terjadi untuk membuktikan spesies mana yang paling dominan dan terkuat di muka bumi ini.



REVIEW:

Rasanya adalah pilihan yang tepat ketika Hollywood mereboot kembali beberapa film-film besar mereka. sebut saja Star Trek, Batman, dan Planet of the Apes adalah beberapa film besar yang berhasil dihidupkan kembali oleh Hollywood. 3 (tiga) tahun lalu, Rupert Wyatt berhasil membawa kembali franchise Planet of the Apes dalam Rise of the Planet of the Apes dengan setting yang lebih realistis jika dibandingkan dengan Planet of the Apes milik Burton. Membuat gue jatuh cinta untuk pertama kalinya dengan franchise ini. salah satu film Sci-Fi terbaik dengan premis yang sangat menarik menurut gue.

Imbas yang telah diberikan Rise of the Planet of the Apes (RotPotA) memberikan peluang besar bagi franchise ini untuk melanjutkan kisahnya. Dawn of the Planet of the Apes (DotPotA) adalah sekuel yang tidak bisa dilewatkan begitu saja khususnya bagi penonton yang telah dibuat kagum oleh film terdahulunya, RotPotA. Walaupun kini berada dibawah kendali sutradara yang berbeda, tapi script masih dipegang Rick Jaffa dan Amanda Silver sebagai scriptwriter yang sebelumnya berhasil menelurkan storyline yang kuat untuk Rise of the Planet of the Apes.



Salut dengan scriptwriter yang berhasil memperluas konflik dan memberikan beberapa shock-therapy kepada para penontonnya (manusia) atas apa yang telah mereka perbuat. Sebuah dystopia yang berhasil memberikan gambaran betapa menakutkannya jika hal ini benar-benar terjadi nantinya, hal ini terus berputar-putar dalam pikiran gue. Rasa takut dari realitas yang ingin film ini tunjukkan membuat gue tidak dapat memutuskan secara sepihak mana yang benar dan mana yang salah. Tokoh-tokoh dalam cerita juga semakin diperkuat disini. Penokohan Caesar dibuat semakin kuat, dan sosok koba juga menjadi tokoh yang mampu berdampingan dengan Caesar. Keduanya adalah karakter besar dalam cerita hingga terciptalah sebuah rivalitas yang cukup dahsyat dan menguras emosi.



DotPotA memang tontonan yang luar biasa hebat dalam hal memainkan emosi penontonnya. dengan cerita yang kuat, dan konflik yang berhasil dieksekusi dengan begitu menegangkan dan penuh ketakutan membuat sekuel pertama dari reebot Planet of the Apes ini sama baiknya dengan film terdahulunya. Walaupun ada satu adegan yang menurut gue tidak terlalu penting seperti (spoiler!!) pengeboman menara oleh Dreyfus, tapi Perebutan kekuasaan para kera dan manusia yang begitu dahsyat untuk menunjukkan spesies mana yang paling dominan dan terkuat inilah yang akan menjadi sebuah konflik besar dan menyeret eksekusi ceritanya hingga menghasilkan babak klimaks yang luar biasa dahsyat. Epic!!




No comments:

Post a Comment