Director: Shana Feste
Writers: Shana Feste, Joshua Safran, 1
more credit »
SINOPSIS:
Empat tahun adalah waktu yang berat
bagi keluarga Butterfield setelah kematian Kakak Jade , yang membuat Jade (Gabriella Wilde)
menjadi anak yang pendiam tak banyak bicara dan hanya mampu menghabiskan
hari-harinya dengan buku-bukunya. David (Alex Pettyfer),
teman sekolahnya yang sudah 4 tahun menjadi pemuja rahasia Jade mulai menjalin
hubungan baik dengan Jade pasca kelulusan mereka. keterbukaan jade menerima
David sebagai teman dekatnya membawa mereka pada ikatan emosi yang saling
mencinta satu sama lainnya. dan sejak itu hari-hari Jade kembali bahagia.
REVIEW:
Tampil dengan formula cinta yang
itu-itu saja, rasanya mood gue mendadak tak bersemangat untuk menonton flim
ini. Endless Love hanya berbicara soal sepasang pria dan wanita yang dimabuk
cinta setelah wisuda kelulusan mereka dan bagaimana keluarga mereka merestui
hubungan mereka. setidaknya seperti itulah garis besar ceritanya.
Konfliknya ada pada keputusan ayah
Jade yang tidak begitu setuju dengan kehadiran David yang datang dari keluarga
yang kurang mampu. Namun dalam perlajalanan eksekusi ceritanya, konflik semakin
melebar, bukan hanya masalah cinta David dan Jade Butterfield, tapi cerita juga
masuk pada masalah baru dalam keluarga Butterfield . memang ini cukup menarik
dan sedikit membuat gue iri ketika Jade mengundang David ikut bergabung dalam
liburan keluarga di rumah danau. “Trus
gue kapan bisa mengajak cewek yang gue suka liburan bersama keluarga gue?” .
But overall, walau gue belum membaca
bukunya dan belum pernah menonton film terdahulunya, tanpaknya menonton film
nya lebih dulu, gue tak mampu merasakan arti yang sesungguhnya dari istilah
“Endless Love” alias Cinta yang tak berujung disini, chemistry Jade dan David
tampak biasa saja menurut gue. Untuk ukuran drama romance, Endless love hanya
sebuah remake drama remaja yang biasa saja, tak punya nyawa menghadirkan
sesuatu hal yang special didalamnya. Beberapa peristiwa diakhir durasi juga
masih terkesan terlalu diada-adakan.
SOUNDTRACK:
Beda kasus dengan album soundtrack
dari film The Fault in Our Stars (TFIOS) yang akan tetap menjadi perhatian para
penikmat musik tanpa perlu menonton lebih dulu filmnya. Pasalnya TFIOS hadir
dengan deretan nama-nama terkenal seperti Ed Sheeran dan M83 yang mengisi album
soundtrack TFIOS. Bukan hanya itu saja, penyanyi baru seperti Birdy dan
Grouplove menjadi pengisi soundtracknya. Kita kembali dengan album soundtrack
Endless Love, melihat deretan tracksongnya diisi oleh penyanyi-penyanyi yang
masih terlalu asing ditelinga, tanpaknya butuh menonton lebih dahulu filmnya
untuk dapat tahu bahwa Lagu-lagu yang menjadi soundtrack film arahan Shana Feste Ini,
11-12 kerennya dengan album soundtrack TFIOS.
Deretan Track yang sedikit asing
ditelinga gue, karena hanya Tegan and Sara, nama yang gue kenal setelah mereka
berhasil mempersembahkan “Everything Is AWESOME!!!” yang menjadi theme film The
Lego Movie awal tahun lalu. di album ini, mereka kembali mengeluarkan single
terbaru yang dibuat khusus untuk film ini, lewat “Don't Find Another Love” yang
keren banget, gue rasa mereka akan memiliki kesempatan banyak untuk mengisi
soundtrack film kedepannya.
“All Our Endless Love” track nomor 3
dari The Bird and the Bee feat. Matt Berninger mungkin track ini yang gue rasa
paling pas sebagai penyanyi terdepan di album ini. Lagu indah yang dengan
mudahnya menghipnotis gue. Satu lagu terbaik di album yang terdiri dari 14
tracksong ini. “Pumpin Blood” dari NONONO berada dibarisan kedua untuk lagu
terbaik di album ini, I love it!!
Ketiga lagu dahsyat diatas belum
semuanya, masih banyak lagu-lagu keren yang ada di album ini seperti , “Leading
Me Now” country song dari The Tallest Man On Earth yang menggoda, “Ends of the
Earth” milik Lord Huron, Pop musik “Peaches” dari In The Valley Below, atau “Crickets”
lagu milik Drop City Yacht Club yang bikin gue dejavu dengan vocal Bruno Mars.
Overall, album ini adalah salah satu
soundtrack film terbaik tahun ini dalam library iTunes gue.album dengan
lagu-lagu yang hampir semuanya memanjakan telinga, easy-listening dan jauh
lebih keren jika dibandingkan dengan filmnya sendiri.





No comments:
Post a Comment