IN THE HEART OF THE
SEA (2015)
Director: Ron Howard
PLOT: Dalam pemburuannya menangkap paus
untuk diambil minyaknya, Kapal Essex yang dipimpin oleh Captain George Pollard
dan Armada Kelasi satu, Owen Chase mengalami sebuah petaka akibat keputusan
mereka untuk melajutkan pemburuannya ditempat dimana “iblis” (paus raksasa)
bersemanyam. Paus raksasa menghancurkan kapal mereka. Para kru yang tersisa,
kini harus berjuang untuk menyelamatkan diri mereka yang berada dalam maut.
REVIEW:
Di dalam salah satu adegan, Captain
George Pollard mengatakan kepada Owen Chase, jika manusia adalah ciptaan Tuhan
paling sempurna dan paling tinggi. Manusia adalah raja di bumi ini, penguasa
dari semua penguasa yang ada. Begitulah manusia, merasa sombong, obsesif dan
tempramen. Bagi saya, ini adalah sebuah ide yang bagus. Sebuah perpaduan kuat
antara, seekor paus raksasa dengan manusia berhati raksasa. Sebuah bentrok
kejantanan manusia yang kebetulan terdapat monster didalamnya. Saya sangat suka dengan cerita yang memiliki
karakter dengan sifat seperti ini. Karena dibalik semua ini biasanya akan ada
konsekuensi besar yang harus dibayar diakhir.
Yang menjadi ekspektasi saya terhadap
film ini adalah “ini adalah film teror monster laut, yaitu paus”. Namun kenyataannya,
plot tidak sepenuhnya berkata demikian. In the Heart of the Sea, adalah kisah
tentang dua pria bersitegang yang sedang menjalankan satu visi yang sama, yaitu
pulang dengan membawa minyak ikan paus. Pertarungan melawan Paus akrobatik itu hanya
setengan durasi saja. Karena menjelang durasi akhir, cerita yang diangkat dari karya
fiksi Herman Melville yang kemudian ditulis ulang oleh Charles Leavitt ini lebih
fokus kepada situasi mengerikan dimana sebagai kru kapal yang masih hidup, mereka
dipaksa melakukan sesuatu yang tidak pernah terpikirkan oleh mereka untuk tetap
dapat bertahan hidup melawan kelaparan dan kepanikan. Andai saja Howard berani
menampilkan adegan kanibalisme dalam film ini, saya rasa sensasi “Survive” dari film ini akan semakin menarik. Namun,
dengan plot yang ringan, mudah diikuti dan aman untuk siapapun, Howard
mempersembahkan In The Heart of The Sea dengan cara yang aman.
Saya menyukai akting Hemsworth yang
begitu mendalami karakternya sebagai kelasi satu namun berjiwa kapten. Saya juga
menyukai akting Benjamin Walker yang mendalami karakternya sebagai kapten kapal
namun berjiwa kru. Tapi, ketika mereka dipertemukan dalam satu plot, saya tidak
menemukan chemistry yang kuat dari kedua tokoh utama tersebut. Akan tetapi,
jika berbicara mengenai visual dan sinematografinya, film ini memang layak
untuk mendapatkan apresiasi yang tinggi. Howard tidak main-main dalam
melemparkan penontonnya ke tengah samudera. Penonton akan merasakan air laut, benturan
ombak dan serangan paus dihamparan luasnya samudera. Mengerikan, mendebarkan
dan tentunya sangat menghibur. Tonton film ini di layar IMAX. Karena harga yang
kalian bayar untuk selembar tiket, akan sebanding dengan sensasi yang akan anda
dapatkan ketika menonton film ini.

No comments:
Post a Comment