Pages

Friday, 4 December 2015

IN THE HEART OF THE SEA | RAJA BUMI BERSITEGANG DIUJUNG DUNIA


IN THE HEART OF THE SEA (2015)



Director:  Ron Howard
Writers:  Charles Leavitt (screenplay), Charles Leavitt(story), 3 more credits »


PLOT: Dalam pemburuannya menangkap paus untuk diambil minyaknya, Kapal Essex yang dipimpin oleh Captain George Pollard dan Armada Kelasi satu, Owen Chase mengalami sebuah petaka akibat keputusan mereka untuk melajutkan pemburuannya ditempat dimana “iblis” (paus raksasa) bersemanyam. Paus raksasa menghancurkan kapal mereka. Para kru yang tersisa, kini harus berjuang untuk menyelamatkan diri mereka yang berada dalam maut.


REVIEW:

Di dalam salah satu adegan, Captain George Pollard mengatakan kepada Owen Chase, jika manusia adalah ciptaan Tuhan paling sempurna dan paling tinggi. Manusia adalah raja di bumi ini, penguasa dari semua penguasa yang ada. Begitulah manusia, merasa sombong, obsesif dan tempramen. Bagi saya, ini adalah sebuah ide yang bagus. Sebuah perpaduan kuat antara, seekor paus raksasa dengan manusia berhati raksasa. Sebuah bentrok kejantanan manusia yang kebetulan terdapat monster didalamnya.  Saya sangat suka dengan cerita yang memiliki karakter dengan sifat seperti ini. Karena dibalik semua ini biasanya akan ada konsekuensi besar yang harus dibayar diakhir.

Yang menjadi ekspektasi saya terhadap film ini adalah “ini adalah film teror monster laut, yaitu paus”. Namun kenyataannya, plot tidak sepenuhnya berkata demikian. In the Heart of the Sea, adalah kisah tentang dua pria bersitegang yang sedang menjalankan satu visi yang sama, yaitu pulang dengan membawa minyak ikan paus. Pertarungan melawan Paus akrobatik itu hanya setengan durasi saja. Karena menjelang durasi akhir, cerita yang diangkat dari karya fiksi Herman Melville yang kemudian ditulis ulang oleh Charles Leavitt ini lebih fokus kepada situasi mengerikan dimana sebagai kru kapal yang masih hidup, mereka dipaksa melakukan sesuatu yang tidak pernah terpikirkan oleh mereka untuk tetap dapat bertahan hidup melawan kelaparan dan kepanikan. Andai saja Howard berani menampilkan adegan kanibalisme dalam film ini, saya rasa sensasi “Survive”  dari film ini akan semakin menarik. Namun, dengan plot yang ringan, mudah diikuti dan aman untuk siapapun, Howard mempersembahkan In The Heart of The Sea dengan cara yang aman.

Saya menyukai akting Hemsworth yang begitu mendalami karakternya sebagai kelasi satu namun berjiwa kapten. Saya juga menyukai akting Benjamin Walker yang mendalami karakternya sebagai kapten kapal namun berjiwa kru. Tapi, ketika mereka dipertemukan dalam satu plot, saya tidak menemukan chemistry yang kuat dari kedua tokoh utama tersebut. Akan tetapi, jika berbicara mengenai visual dan sinematografinya, film ini memang layak untuk mendapatkan apresiasi yang tinggi. Howard tidak main-main dalam melemparkan penontonnya ke tengah samudera. Penonton akan merasakan air laut, benturan ombak dan serangan paus dihamparan luasnya samudera. Mengerikan, mendebarkan dan tentunya sangat menghibur. Tonton film ini di layar IMAX. Karena harga yang kalian bayar untuk selembar tiket, akan sebanding dengan sensasi yang akan anda dapatkan ketika menonton film ini.





No comments:

Post a Comment