KRAMPUS (2015)
Director: Michael Dougherty
PLOT: berada dalam situasi yang tidak menyenangkan ketika
merayakan Natal bersama saudara-saudaranya di rumah, Max yang merasa
dipermalukan oleh saudara sepupunya pada malam itu, menjadi kecewa dengan
perayaan Natal dan mengutuk Natal. Ia merobek surat untuk santa dan
melemparkannya keluar jendela. Akibat perbuatannya itu, sebuah kekuatan jahat
bernama Krampus menghampiri keluarganya. Kini Nyawa Max dan keluarganya berada
dalam bahaya. Karena Krampus datang untuk menghukum keluarga yang tidak percaya
dengan Natal.
REVIEW:
Saya punya referensi film horror menarik persembahan
Dougherty, yaitu Trick ‘r Treat yang rilis tahun 2007. Bagiku film itu adalah
salah satu film horror thriller bertemakan Halloween terbaik yang pernah saya
tonton hingga detik ini. Dougherty membuat film itu dengan cara yang unik, ia
membuat banyak cerita dalam satu waktu, yaitu malam halloween. Subplot demi
subplot ia rangkai secara paralel dan diceritakan secara bergantian. melalui
Trick ‘r Treak, saya telah mencatat nama Dougherty sebagai sutradara film
horror yang layak untuk diketahui oleh siapapun.
Sekarang ia memiliki sebuah cerita horror baru yang
menurut saya sangat unik. Dimana ia mempersembahkan sebuah film liburan
bertemakan natal yang tidak semestinya. Ia membuat Malam-malam menjelang Natal
menjadi Malam Halloween. Ia juga menghadirkan sebuah wujud baru dari sisi lain
Santa Claus. Bagi dirinya, Santa datang bukan untuk memberi, melainkan meminta.
Apa yang ia minta? Adalah Nyawa manusia untuk dikirim langsung ke Neraka. Maka,
ia menyebutnya sebagai “KRAMPUS”.
Ini adalah film liburan keluarga yang lain daripada
biasanya. Banyak teror yang dihadirkan. Meskipun itu tidak terlalu banyak
mengekspose adegan berdarah, namun dengan tangan magis Dougherty, adegan-adegan
pembunuhan tetap dibuatnya dengan cara yang sangat hebat. Keceriaan hanya
bertahan 5 menit diawal saja, selebihnya Krampus bermain pada tingkat kegelapan
tertinggi dikelasnya. Badai salju besar ia turunkan, lampu penerangan ia
matikan. Yang ada hanya kedinginan, teror, rasa takut, dan sebuah keseruan yang
sangat menegangkan. Mengapa saya katakan seru? Karena bagi saya selain
menakutkan, desain karakter Krampus memiliki nilai seni fantasi yang menarik.
Selain krampus, Dougherty memampilkan desain lucu dari kue jahe yang nakal dan
jahat. Boneka beruang, boneka mempelai wanita, sebuah robot dan badut raksasa
dalam kotak kejutan. Banyaknya karakter imut namun dibuat dengan sangat
menyeramkan dan jahat, membuat film ini memang sangat menyenangkan untuk
ditonton.
Saya adalah penonton yang sangat menikmati film ini dari
awal hingga akhir. Meskipun ada beberapa catatan penting yang menurut saya
sedikit merusak keseruan film ini. Seperti salah satunya ada pada tokoh
ceritanya. Sebagian besar mungkin mengira jika Max adalah tokoh central dari
film ini. Namun faktanya, cerita tidak berkata demikian. dibeberapa adegan
besar misalnya, Ayah Max berada dibaris terdepan, kemudian tergantikan oleh
Nenek Max yang ditempatkan pada posisi vital cerita. Lalu Max ? Ya, Max
tenggelam dalam cerita, Sebelum ia kembali menjadi yang terdepan dibabak
klimaksnya.
Namun secara keseluruhan, saya masih tetap memberi
apresiasi bagus atas film terbaru Dougherty ini. Saya sangat menyukai ide
gilanya yang telah sukses mempersembahkan sebuah film liburan Natal dengan cara
yang berbeda. Krampus adalah mimpi buruk bagi anak-anak di malam natal. Krampus
juga sebuah keseruan menikmati natal dengan cara yang berbeda.

No comments:
Post a Comment