Pages

Friday, 11 December 2015

KRAMPUS | SISI GELAP SANTA CLAUS

KRAMPUS (2015)


Director:  Michael Dougherty


PLOT: berada dalam situasi yang tidak menyenangkan ketika merayakan Natal bersama saudara-saudaranya di rumah, Max yang merasa dipermalukan oleh saudara sepupunya pada malam itu, menjadi kecewa dengan perayaan Natal dan mengutuk Natal. Ia merobek surat untuk santa dan melemparkannya keluar jendela. Akibat perbuatannya itu, sebuah kekuatan jahat bernama Krampus menghampiri keluarganya. Kini Nyawa Max dan keluarganya berada dalam bahaya. Karena Krampus datang untuk menghukum keluarga yang tidak percaya dengan Natal.


REVIEW:
Saya punya referensi film horror menarik persembahan Dougherty, yaitu Trick ‘r Treat yang rilis tahun 2007. Bagiku film itu adalah salah satu film horror thriller bertemakan Halloween terbaik yang pernah saya tonton hingga detik ini. Dougherty membuat film itu dengan cara yang unik, ia membuat banyak cerita dalam satu waktu, yaitu malam halloween. Subplot demi subplot ia rangkai secara paralel dan diceritakan secara bergantian. melalui Trick ‘r Treak, saya telah mencatat nama Dougherty sebagai sutradara film horror yang layak untuk diketahui oleh siapapun.

Sekarang ia memiliki sebuah cerita horror baru yang menurut saya sangat unik. Dimana ia mempersembahkan sebuah film liburan bertemakan natal yang tidak semestinya. Ia membuat Malam-malam menjelang Natal menjadi Malam Halloween. Ia juga menghadirkan sebuah wujud baru dari sisi lain Santa Claus. Bagi dirinya, Santa datang bukan untuk memberi, melainkan meminta. Apa yang ia minta? Adalah Nyawa manusia untuk dikirim langsung ke Neraka. Maka, ia menyebutnya sebagai “KRAMPUS”.

Ini adalah film liburan keluarga yang lain daripada biasanya. Banyak teror yang dihadirkan. Meskipun itu tidak terlalu banyak mengekspose adegan berdarah, namun dengan tangan magis Dougherty, adegan-adegan pembunuhan tetap dibuatnya dengan cara yang sangat hebat. Keceriaan hanya bertahan 5 menit diawal saja, selebihnya Krampus bermain pada tingkat kegelapan tertinggi dikelasnya. Badai salju besar ia turunkan, lampu penerangan ia matikan. Yang ada hanya kedinginan, teror, rasa takut, dan sebuah keseruan yang sangat menegangkan. Mengapa saya katakan seru? Karena bagi saya selain menakutkan, desain karakter Krampus memiliki nilai seni fantasi yang menarik. Selain krampus, Dougherty memampilkan desain lucu dari kue jahe yang nakal dan jahat. Boneka beruang, boneka mempelai wanita, sebuah robot dan badut raksasa dalam kotak kejutan. Banyaknya karakter imut namun dibuat dengan sangat menyeramkan dan jahat, membuat film ini memang sangat menyenangkan untuk ditonton.

Saya adalah penonton yang sangat menikmati film ini dari awal hingga akhir. Meskipun ada beberapa catatan penting yang menurut saya sedikit merusak keseruan film ini. Seperti salah satunya ada pada tokoh ceritanya. Sebagian besar mungkin mengira jika Max adalah tokoh central dari film ini. Namun faktanya, cerita tidak berkata demikian. dibeberapa adegan besar misalnya, Ayah Max berada dibaris terdepan, kemudian tergantikan oleh Nenek Max yang ditempatkan pada posisi vital cerita. Lalu Max ? Ya, Max tenggelam dalam cerita, Sebelum ia kembali menjadi yang terdepan dibabak klimaksnya.


Namun secara keseluruhan, saya masih tetap memberi apresiasi bagus atas film terbaru Dougherty ini. Saya sangat menyukai ide gilanya yang telah sukses mempersembahkan sebuah film liburan Natal dengan cara yang berbeda. Krampus adalah mimpi buruk bagi anak-anak di malam natal. Krampus juga sebuah keseruan menikmati natal dengan cara yang berbeda. 



No comments:

Post a Comment