Pages

Tuesday, 19 January 2016

THE REVENANT | PEJUANG BERBULU BERUANG

THE REVENANT

Director:  Alejandro González Iñárritu (as Alejandro G. Iñárritu)
Writers:  Mark L. Smith (screenplay), Alejandro González Iñárritu (screenplay) (as Alejandro G. Iñárritu) ,1 more credit »



PLOT:  Sebuah ekspedisi perdagangan bulu pada tahun 1820 yang berubah menjadi sebuah perkelahian untuk bertahan hidup dari seorang pria bernama Hugh Glass yang tubuhnya hancur setelah melawan beruang dan ditinggal untuk mati ditengah hutan oleh kelompok berburunya sendiri.




REVIEW:

Seluruh nafas ini menjadi korban dari sakitnya perjuangan hidup yang tak bisa dibendung. Sebuah film yang menyatukan dinginnya alam dan segarnya darah dalam kisah nyata yang sangat mengagumkan. Leonardo Dicaprio berada dibarisan terdepan memainkan karakter yang harus disiksa habis-habisan untuk dapat bertahan hidup dan membalaskan seluruh dendam yang ada di hatinya. Sementara Tom Hardy menjadi karakter utama yang paling dibenci disepanjang plot.

Jika memang kualitas akting terbaik Leo disini sudah diakui oleh penonton di seluruh dunia, maka yang menjadi pertanyaan keras saya disini adalah? “Bagaimana bisa ia mampu menyelesaikan semua tantangan yang diberikan Innaritu dengan begitu nyata dan sangat cemerlang”. Saya melihat matanya berkaca-kaca dan bibirnya terkunci atas kematian sang anak di depan matanya. Saya merasakan sakitnya cabikan beruang yang berusaha menghancurkan seluruh tubuhnya. Saya juga merasakan nikmatnya menyantap daging mentah di musim dingin yang ekstrim. Leo memang bekerja di luar zona nyamannya. Plot memberinya sedikit dialog dan mengharuskan menyeret tubuhnya yang mati rasa di alam ekstrim yang sangat terbuka.  

Kita telah mengenal Alejandro G. Inarritu, Yap!! A mexican film director yang tahun lalu film nya sukses meraih Best Piture di Academy Awards. Kita juga kenal siapa itu Emmanuel Lubezki, Sang Sinematografer yang dua tahun terakhir secara berturut-turut dinobatkan sebagai best cinematographer di Oscar berkat kemegahan karyanya menghadirkan sinetografi terbaik dalam Gravity dan Birdman. Kini mereka berdua kembali secara konsisten mempersembahkan sebuah film yang benar-benar memanjakan mata lewat landscape alam dingin yang ekstrim.


Innaritu bermain dengan pencahayaan, pengaturan desain, visual effect dan audio yang sempurna, membuat banyak adegan berhasil ditampilkan secara intens dan membuat penontonnya nyilu luar dan dalam. Seperti salah satu contoh sukses  adegan pertarungan Glass melawan beruang menjadi salah satu babak paling mendebarkan disepanjang durasi. Sementara tangan magis Lubezki kembali bermain dengan menghadirkan gaya pengambilan gambar berdurasi panjang dengan sangat mengagumkan dan apa yang terjadi dilayar sungguh amat snagat natural. Maka ketika ia menyatukan seluruh potongan adegan sempurnanya itu, terbentuklah sebuah sinematografi yang sangat memanjakan mata dan mendekatkan mata penontonnya dengan seluruh adegan yang terjadi di layar. Jadi pantas saja jika banyak yang menyebut mereka berdua adalah masterclass dalam menghadirkan film yang naturalistic. Membuat The Revenant memiliki semuanya untuk menang di Academy Award tahun ini. Selamat Innaritu, film anda 100% FILM bagi saya.



No comments:

Post a Comment